BBCNews.co.id, Batam – Pasar Rakyat Wan Sri Beni yang berlokasi di tengah semak belukar Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dilaporkan dalam kondisi terbengkalai dan rusak parah. Berdasarkan pantauan BBCnews.co.id, Sabtu (16/1), sejumlah bagian bangunan pasar dilaporkan hilang diduga dicuri oleh orang tidak dikenal (OTK).
Beberapa fasilitas penting seperti pintu harmonika, rolling door, pintu toilet, pintu dan jendela pos pengamanan, hingga instalasi listrik sudah tidak ada. Saat ini, instalasi listrik hanya menyisakan gantungan lampu, sementara bagian bangunan lainnya tampak kosong dan rusak.
Pasar Rakyat Wan Sri Beni diketahui merupakan proyek yang didanai Kementerian Perdagangan melalui APBN sebesar Rp2,5 miliar dan dibangun pada tahun 2020. Namun hingga kini, bangunan tersebut belum difungsikan secara optimal.
Untuk mencapai lokasi pasar, pengunjung harus melewati tumpukan sampah dan semak belukar yang semakin mempertegas kesan terbengkalai dan kurangnya perhatian dari pihak terkait.
Kasus pencurian di Pasar Rakyat Wan Sri Beni bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2022, sejumlah bagian bangunan seperti pintu pasar juga sempat hilang dicuri OTK. Saat itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menunjuk kontraktor untuk melakukan perbaikan, menempatkan dua personel Satpol PP sebagai penjaga, serta membangun pagar tembok batu di sekitar area pasar.
Namun, upaya pengamanan tersebut tidak bertahan lama. Setahun kemudian, pada 2023, pencurian kembali terjadi hingga menyebabkan kondisi bangunan pasar kembali rusak seperti yang terlihat saat ini.
Ironisnya, sudah enam tahun sejak dibangun, Pasar Rakyat Wan Sri Beni masih terbengkalai dan belum mendapat penanganan serius. Kondisi ini menimbulkan sorotan publik terhadap Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad, yang dinilai belum mengambil langkah konkret untuk mengoptimalkan aset negara tersebut.




