Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kamis, 20 Nopember 2025

BBCnews – Kinerja oknum Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkesan mandul, dijumpai sampah menumpuk tak terangkut di banyak tempat, tidak saja di perumahan, pertokoan bahkan dibadan jalan, dan beberapa pasar, seperti di pasar TOS 3000 jodoh, sampah terlihat menggunung

Kondisi Kota Batam “kaya” sampah  sebanding dengan prestasi oknum pejabat DLH Batam yang bertambah harta kekayaannya. Namun  kontra prestasi dalam upaya meraup penerimaan retribusi sampah sebagai sumber pendapatan daerah yang beberapa tahun ini menurun ,

Diketahui, realisasi retribusi pada tahun 2022 sebesar 35,95 miliar dari target 50 miliar. Pada tahun 2023 target dinaikan menjadi  60 miliar, namun realisasi drastis menurun menjadi 34.45 miliar. Tahun 2024 dicapai realisasi 38.59 miliar, dari target 45.85 miliar. Sedangkan Januari hingga Juli 2025 capaian retribusi 18.26 miliar dari target 57.85 miliar

Salah seorang tokoh masyarakat Batam yang enggan ditulis namanya, setelah melihat LKPN yang dilaporkan oknum Kepala DLH Batam, kepada BBCnews, Rabu (19/11) di Batam Center, mengatakan “kinerja oknum pejabat DLH Batam dalam upaya menggenjot pendapatan asli daerah berupa retribusi sampah tidak sebanding dengan prestasinya dalam meningkatkan harta kekayaannya”

“Kinerja oknum Kadis DLH Kota Batam dinilai buruk, sampah menumpuk tak terangkut, realisasi retribusi tak sesuai target, namun harta kekayaannya meningkat’, ujarnya

Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) KPK, diketahui kekayaan oknum pejabat DLH dimaksud pada tahun 2024 bertambah sebesar Rp130 juta, dari sebesar Rp4.421.789.843 pada tahun 2023 dan meningkat sebesar Rp4.518.456.795

Dari data LHKPN KPK tersebut, diketahui oknum pejabat DLH Kota Batam dimaksud memiliki sebanyak 24 persil tanah dan bangunan dibeberapa kota, satu diantaranya terdapat di Kota Batam

Investigasi BBCnews dilapangan Rabu (19/11) menemukan bangunan villa mewah berdiri di Nongsa. Dari konfirmasi warga disana mengatakan, benar villa itu milik oknum Kepala DLH Batam, dan biasanya dihuni pada hari Sabtu dan Minggu.

“Senin pagi oknum Kepala DLH Batam bersama keluarganya meninggalkan villa”, ujarnya

Aktivis Kota Batam, Supardi ditunjukan BBCnews data LHKPN KPK dan video villa milik oknum Kepala DLH Batam, mempertanyakan, benarkah tanah dan bangunan villa yang berada di Nongsa, Batu Besar, Kota Batam itu seperti dilaporkan oknum Kepala DLH Batam dalam LHKPNnya ?

Permintaan klarifikasi melalui chat WA sudah disampaikan, namun hingga berita ini terbit, oknum Kepala DLH Kota Batam terkesan bungkam

___________________________________________

BBcNews co.id.                     (K.Efendi )