BBCnews.co.id, Batam – Redaksi BBCnews.co.id pada Kamis (8/1) menerima kiriman dua video dari seorang pekerja di proyek pembangunan gedung PT Luxsan Tech yang berlokasi di Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pekerja tersebut meminta namanya tidak disebutkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam video tersebut, terlihat kondisi lapangan proyek yang didominasi oleh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina. Menurut sumber tersebut, hampir 50 persen tenaga kerja di lokasi merupakan TKA Cina, yang mendominasi baik posisi pekerja kasar maupun jabatan yang membutuhkan keahlian khusus.

“Tenaga kerja pribumi hanya berperan sebagai pembantu bagi pekerja Cina tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat kesenjangan gaji yang signifikan, di mana upah TKA Cina jauh lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja lokal. Yang lebih memprihatinkan, seluruh pekerja di lokasi proyek dilaporkan tidak tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Aktivis Batam, Ta’in Komari, menyatakan kepada BBCnews.co.id bahwa pihak terkait perlu mendorong pemeriksaan mendalam oleh pejabat Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Hal ini disebabkan dugaan banyak TKA Cina yang bekerja secara ilegal dengan menggunakan visa turis,” ujar Ta’in.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Luxsan Tech maupun otoritas terkait.

Penulis Yusril Koto