BBCNews.co.id, Batam – Upaya pengendalian inflasi di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, armada mobil pasar keliling milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam justru dilaporkan tidak beroperasi dan mangkrak di belakang kantor dinas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi year-on-year (yoy) Kota Batam pada November 2025 tercatat mencapai 3,21 persen dengan IHK berada di angka 110,41. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Program mobil pasar keliling yang digagas Pemerintah Kota Batam sebagai solusi menekan inflasi pangan sejatinya bertujuan mendistribusikan bahan pokok dengan harga distributor langsung ke pemukiman warga. Skema ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi dan menekan lonjakan harga.

Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Hasil pantauan menunjukkan sejumlah armada mobil pasar keliling terlihat terparkir rapi dan tidak beroperasi di area belakang Kantor Disperindag Batam.

“Bagaimana inflasi bisa ditekan jika sarana distribusi hanya menjadi pajangan? Masyarakat membutuhkan aksi nyata di kelurahan dan kecamatan, bukan sekadar pengadaan kendaraan,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di Batam.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas kebijakan pengendalian inflasi Pemko Batam. Tanpa distribusi aktif ke wilayah-wilayah dengan inflasi tinggi, program pasar keliling dinilai gagal memberikan dampak langsung terhadap penurunan IHK.

Hingga berita ini diterbitkan, Disperindag Batam belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan teknis maupun kebijakan yang menyebabkan armada pasar keliling tidak dimaksimalkan operasionalnya.

Kini, komitmen Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam menjaga stabilitas harga pangan tengah diuji. Masyarakat menanti kejelasan, apakah armada mobil pasar keliling akan segera diturunkan ke lapangan atau tetap menjadi saksi bisu kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin menekan kehidupan warga Batam.