
Kamis ,13 Nopember 2025,
Batam – Aktivitas reklamasi laut di kawasan pesisir Kampung Nelayan Tanjung Uma, Kota Batam, menuai sorotan dan keluhan masyarakat. Proyek penimbunan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir itu diduga belum mengantongi kelengkapan izin resmi, namun tetap berjalan secara masif.

Warga mendesak Wakil Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Wakil Kepala BP Batam, beserta jajaran terkait turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Mereka khawatir reklamasi tersebut berdampak pada ruang hidup nelayan,menurut keterangan para nelayan Pihak pengembang dari PT. Oma dan tidak sosialisasi ke masyarakat setempat .

“Ini sudah terlalu jauh. Laut kami terus ditimbun , di duga tanpa ada bukti izin yang jelas. Kami minta pemerintah segera turun ke lapangan,” ujar salah satu masyarakat Tanjung Uma, kampung nelayan, ‘Menurutnya sejumlah dum truk dan alat berat terlihat rutin melakukan aktivitas penimbunan hingga pesisir laut semangkin jauh tertimbun.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek reklamasi itu belum dilengkapi dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), izin pemanfaatan ruang laut, maupun rekomendasi teknis dari otoritas berwenang. Jika benar terbukti, aktivitas tersebut jelas melanggar ketentuan tata ruang dan Undang-Undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir.

Sejumlah pihak mencurigai adanya kepentingan investor tertentu yang coba bergerak diam-diam memanfaatkan tanah timbun untuk kepentingan bisnis,menurut informasi tanah timbunan dari Punggur diambil diangkat dam truk besar.Kami mempertanyakan peran pengawasan pemerintah. Jangan sampai ada permainan di bawah meja, lalu masyarakat hanya jadi korban,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.
Warga berharap jajaran Pemko Batam, khususnya Wakil Wali Kota, serta BP Batam sebagai otoritas regulator lahan, segera bertindak tegas. Tidak hanya sidak, tetapi juga menghentikan aktivitas reklamasi jika terbukti ilegal.Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah maupun BP Batam belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat Kampung Nelayan.
__________________________________________
BBcNews.co.id. ( K.Efendi )




