BBCNews.co.id, Batam – Menanggapi keluhan orang tua siswa terkait kekosongan guru bidang studi Agama Kristen, Kepala SDN 001 Batam Kota, Yendri Sarman, angkat bicara. Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (29/1/2026), Yendri menjelaskan langkah darurat yang diambil sekolah agar Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap berjalan.
“Sambil menunggu penempatan guru resmi, sementara waktu kami memanfaatkan guru yang beragama Kristen di sekolah ini untuk mengisi kekosongan tersebut,” ujar Yendri kepada BBCNEWS.CO.ID.
Tak hanya mengandalkan sumber daya internal, pihak sekolah juga menyatakan keterbukaan untuk bekerja sama dengan pihak eksternal demi menjamin hak pendidikan agama para siswa.
“SDN 001 welcome jika ada pihak gereja yang mau mendatangkan pendeta atau pengajar untuk memberikan pelajaran Agama Kristen di sini,” tambah Yendri.
Langkah ini diambil sejalan dengan amanat PP Nomor 55 Tahun 2007, yang menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan peserta didik, yang diajarkan oleh pendidik yang seagama.
Sesuai regulasi tersebut, sekolah wajib memfasilitasi pendidikan agama jika terdapat minimal 15 peserta didik dengan agama yang sama dalam satu sekolah.
Apabila jumlah siswa dalam satu kelas kurang dari batas tersebut, sekolah diperbolehkan menggabungkan siswa dari kelas paralel atau antar-satuan pendidikan guna memastikan materi keagamaan tetap tersampaikan.
Melalui kebijakan proaktif ini, SDN 001 Batam Kota berharap aspirasi orang tua siswa dapat terakomodasi dan siswa tetap mendapatkan bimbingan rohani yang layak sesuai ketentuan undang-undang.





