BBCNews.co.id, Limapuluh Kota – Publik di Kabupaten Limapuluh Kota saat ini tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video syur yang melibatkan aksi asusila melalui panggilan video (video call) antara seorang pria dan wanita.
Video berdurasi singkat tersebut menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan ruang publik.
Berdasarkan keterangan sumber yang telah melihat rekaman tersebut, pria dalam video tampak mengenakan kemeja biru kotak-kotak dalam posisi rebahan tanpa busana bagian bawah, dan terlibat aktivitas pornografi dengan seorang wanita tanpa busana.
Mirisnya, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pria paruh baya dalam video tersebut memiliki kemiripan wajah dengan Bupati Limapuluh Kota, Safni.
Munculnya video ini membelah opini masyarakat. Sebagian pihak meyakini rekaman tersebut asli dan menyebutnya sebagai skandal terbesar yang memalukan daerah.
Namun, sebagian lainnya menduga video tersebut merupakan hasil manipulasi teknologi Artificial Intelligence (AI) atau deepfake yang sengaja disebar oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan reputasi sang bupati.
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi, pihak yang dekat dengan bupati menyatakan bahwa upaya komunikasi langsung melalui WhatsApp seringkali sia-sia.
Di sisi lain, Safni dikabarkan telah memberikan pernyataan kepada beberapa media bahwa nomor ponsel pribadinya telah diretas (hacker).
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada verifikasi resmi atau hasil audit forensik digital mengenai keaslian video tersebut.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat memilih untuk tidak berkomentar terlalu jauh namun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan.
“Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas video yang sudah meresahkan publik ini agar jelas siapa pelakunya dan apakah ini murni rekayasa atau fakta,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Kasus ini kini berada dalam sorotan tajam, menanti kepastian hukum agar kegaduhan di ruang publik Limapuluh Kota tidak terus berlarut-larut.





