BBCNews.co.id, Batam – Kondisi hutan bakau di Kota Batam kini berada dalam status mengkhawatirkan akibat tekanan ekologi yang masif. Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 50 tahun terakhir, Batam telah kehilangan sekitar 90% tutupan mangrove-nya akibat pembangunan dan industrialisasi yang tidak terkendali.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hingga November 2025, tercatat setidaknya 35 titik mangrove rusak parah yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Beberapa lokasi yang menjadi sorotan utama meliputi:

Sei Beduk (Kampung Setengah): Penimbunan lahan oleh perusahaan swasta telah meratakan belasan hingga ratusan hektare hutan bakau, yang berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian nelayan tradisional.

Nongsa (Batu Besar & Kampung Tua): Aktivitas cut and fill serta reklamasi ilegal terus mengikis benteng pesisir, bahkan di kawasan yang sebelumnya telah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tanjung Uncang: Ditemukan dugaan pembuangan limbah industri secara langsung ke kawasan hutan bakau, menambah beban polusi pada ekosistem yang tersisa.

Selain alih fungsi lahan, ancaman lain datang dari aktivitas ilegal seperti penampungan arang bakau. Baru-baru ini, pihak berwenang menangani kasus penyitaan 185 ton arang bakau ilegal yang diproduksi dari penebangan pohon mangrove di kawasan lindung. Kebakaran hutan juga sempat melanda kawasan lindung di Batu Aji pada Februari 2026, yang menghanguskan berhektare-hektare lahan.

Meski upaya rehabilitasi telah dilakukan (seperti penanaman 5.000 bibit oleh kelompok masyarakat dan swasta), laju kerusakan akibat reklamasi dinilai jauh lebih cepat dibandingkan upaya pemulihan. Aktivis lingkungan di Batam terus mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan tegas terhadap pelaku perusakan mangrove guna menjaga sisa benteng terakhir pesisir Batam.

Bagi masyarakat yang ingin melihat sisa pelestarian mangrove yang masih terjaga, lokasi seperti Wisata Alam Mangrove Pandang Tak Jemu di Nongsa tetap menjadi salah satu pusat edukasi dan ekowisata utama di Batam.