BBCNews.co.id, Batam – Gelombang protes datang dari warga Sei Panas terkait rusaknya fasilitas trotoar yang baru saja selesai dibangun oleh pemerintah daerah. Warga menyayangkan penghancuran sebagian badan trotoar yang diduga kuat dilakukan secara sengaja untuk mempermudah akses masuk kendaraan ke area bisnis atau ruko tertentu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pantauan di lokasi menunjukkan material trotoar yang sebelumnya tertata rapi kini nampak bongkar-bangkir. Padahal, fasilitas pedestrian ini dibangun menggunakan dana APBD yang bersumber dari pajak masyarakat.

“Kami sangat kecewa. Belum lama dinikmati pejalan kaki, sekarang sudah dihancurkan hanya supaya mobil bisa masuk ke toko. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi pengusaha,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi, Senin (23/02).

Warga menilai tindakan ini sebagai bentuk pengabaian terhadap hak publik dan estetika kota. Mereka mendesak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) serta Satpol PP Kota Batam untuk segera turun tangan melakukan kroscek perizinan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola bangunan terkait alasan pembongkaran fasilitas umum tersebut. Warga berharap pemerintah tidak tebang pilih dan segera mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya untuk kenyamanan pejalan kaki.