BBCNews.co.id, Batam – Kondisi kebersihan di kawasan Ruko Greenland, Batam Center, kian memprihatinkan. Selama beberapa minggu terakhir, tumpukan sampah terlihat meluber hingga ke bahu jalan, memicu aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung di salah satu pusat kuliner tersibuk di Batam ini.
Warga dan pemilik usaha di sepanjang ruko tersebut mengaku sangat kecewa dengan keterlambatan pengangkutan sampah yang sudah berlangsung lama. Meski rutin membayar iuran kebersihan setiap bulan, mereka merasa pelayanan yang diberikan tidak sebanding. “Sudah berminggu-minggu sampah ini dibiarkan menumpuk. Kami khawatir ini akan mengusir pelanggan dan berdampak pada kesehatan,” ujar salah seorang pemilik warung di lokasi.
Masyarakat kini mulai mempertanyakan kemampuan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dalam menangani persoalan mendasar ini. Mereka menilai penanganan sampah di kawasan strategis seperti Greenland seharusnya menjadi prioritas, mengingat lokasinya yang berada di jantung kota.
Keluhan ini juga dialamatkan kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Warga mendesak agar pemerintah daerah tidak hanya memberikan solusi secara teoritis atau janji-janji dalam rapat koordinasi, tetapi segera melakukan tindakan nyata di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa titik sepanjang Ruko Greenland. Masyarakat berharap ada langkah darurat dari DLH Kota Batam untuk segera membersihkan area tersebut agar estetika dan kebersihan kota tetap terjaga.





