BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Kawasan Sei Ladi kembali memakan korban. Gara-gara lubang menganga yang dibiarkan “menjebak” pengendara, kecelakaan beruntun hebat melibatkan tiga kendaraan terjadi pada Rabu siang (25/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Insiden bermula saat sebuah mobil box yang melaju dari arah Simpang Jam menuju Tiban dikejutkan oleh lubang besar tepat di tengah badan jalan, sekitar 100 meter setelah Jembatan Sei Ladi. Refleks, sang sopir menginjak rem sedalam mungkin. Namun, langkah penyelamatan tersebut justru menjadi awal petaka bagi kendaraan di belakangnya.
Benturan keras tak terhindarkan. Sebuah truk yang tak sempat mengerem kehilangan kendali hingga terpelanting dan terbalik ke sisi kanan jalan. Tak berhenti di situ, sebuah minibus yang ikut terlibat ikut terlempar hingga “nyungsep” menabrak pagar pengaman lahan di sisi kiri jalan.
“Kondisi jalan memang ada lubang menganga di sana. Mobil box ngerem mendadak, lalu dihantam dari belakang. Truk sampai terbalik ke kanan jalan, dan minibus masuk ke pagar sisi kiri,” ungkap seorang saksi mata dengan nada gemetar di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Jalur maut Sei Ladi pun sempat lumpuh total akibat kemacetan panjang selama proses evakuasi kendaraan yang ringsek.
Dugaan Biang Kerok: Dump Truk 24 Jam
Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, kondisi jalan rusak di titik Sei Ladi, Tiban, hingga Taman Kota kian memprihatinkan. Diduga kuat, aspal tak lagi sanggup menahan beban dari aktivitas dump truk pengangkut tanah galian yang nekat beroperasi nonstop 24 jam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi. Bagi warga Batam yang hendak melintas, diimbau ekstra waspada jika tidak ingin terjebak di “lubang maut” yang masih menghantui jalur utama tersebut.





