BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Sebuah bangunan ikonik berbentuk hati (eks Pujasera) di kawasan Nagoya, Lubuk Baja, yang kini dialihfungsikan menjadi fasilitas pendidikan, tengah menuai sorotan tajam. Tak hanya diduga menyerobot fasilitas umum (fasum), kondisi struktur bangunan tersebut dilaporkan dalam keadaan kritis dan mengancam keselamatan siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan laporan BBCNEWS.CO.ID, seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa gedung tersebut secara terang-terangan memakan badan jalan. Garis Sepadan Bangunan (GSB) bagian depan sepanjang 10 meter telah dicor beton dan dipagar permanen di atas jalan umum.

“Sisi kanan memakan jalan sekitar 1 meter, begitu juga bagian belakang. Bahkan drainase publik sekarang berada di dalam area bangunan,” ungkap sumber tersebut pada Kamis (26/2/2026).

Struktur Kritis: Lantai Miring dan Besi Berkarat

Hasil investigasi lapangan pada Jumat (27/2/2026) menunjukkan potret yang mengerikan. Lantai dua gedung tidak memiliki tiang penyangga di bagian tengah, menyebabkan cor lantai atas melandai ke bawah (miring) sekitar 30 cm hingga menyerupai kolam air saat hujan.

Kondisi material bangunan pun sangat memprihatinkan; bondex dan sambungan H-Beam ditemukan sudah berkarat parah. Ketidakstabilan struktur ini mulai berdampak pada lantai dasar, di mana keramik lantai 1 mulai terangkat ke atas akibat tekanan beban yang tidak merata.

Peringatan Ahli: Kosongkan Segera!

Ahli konstruksi bangunan di Batam menegaskan bahwa gedung tersebut berada dalam ancaman keruntuhan struktural yang nyata. Ia menduga terjadi kesalahan fatal pada desain fondasi yang tidak mencapai tanah keras atau mengalami negative skin friction.

“Kosongkan bangunan sepenuhnya. Jangan izinkan siapa pun masuk. Ini bukan sekadar masalah atap, tapi seluruh sistem struktur mulai dari fondasi hingga balok sudah bekerja di luar batas aman,” tegasnya saat ditemui di Batam Center, Sabtu (28/2/2026).

Ia merekomendasikan agar Pemerintah Kota Batam segera menurunkan tim Insinyur Geoteknik dan Struktur untuk melakukan audit menyeluruh guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Menanti Ketegasan Dinas CKTR

Masyarakat kini mendesak Bidang Pengawasan Bangunan Gedung di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam untuk segera turun ke lapangan. Langkah tegas diperlukan untuk memastikan apakah fisik bangunan tersebut masih memenuhi standar teknis atau harus segera disegel demi keamanan publik.