BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Persiapan mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, dibayangi rapor merah. Meski puncak arus mudik segera tiba, pelabuhan penyeberangan utama ini justru menghadapi sederet kendala teknis dan operasional yang mengancam kenyamanan para pemudik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pantauan di lokasi, Rabu (4/3/2026), menunjukkan ratusan unit kendaraan pribadi kini menumpuk, menciptakan antrean panjang yang mengular hingga keluar area pelabuhan. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya jumlah armada yang beroperasi akibat beberapa kapal dilaporkan mengalami gangguan teknis dan sedang menjalani proses docking atau perawatan tahunan.

Krisis armada paling dirasakan pada rute jarak jauh, seperti tujuan Kuala Tungkal dan Buton. Saat ini, kapal untuk rute tersebut hanya tersedia setiap dua hari sekali. Padahal, arus mudik tahun ini diprediksi melonjak hingga 15-20% dibandingkan tahun lalu, yang jelas melampaui kapasitas tampung pelabuhan saat ini.

Ironisnya, sistem antrean online yang diharapkan menjadi solusi justru dikeluhkan masyarakat karena sulit diakses. Celah inilah yang diduga dimanfaatkan oleh para calo yang kini marak bergentayangan di kawasan pelabuhan. Para calo tersebut secara terang-terangan menawarkan tiket perorangan maupun kendaraan dengan harga selangit, jauh di atas tarif resmi.

Masyarakat berharap pihak otoritas pelabuhan segera mengambil langkah tegas untuk menambah armada cadangan dan memberantas praktik percaloan agar tradisi mudik tahun ini tidak berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Batam.