BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Puluhan hektar vegetasi mangrove, kawasan pantai, hingga lahan perbukitan di Galang Baru, Batam, dilaporkan punah akibat aktivitas pembabatan dan penimbunan masif. Kawasan yang seharusnya menjadi benteng alam tersebut kini disulap menjadi tambak budidaya udang dan lobster berskala besar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi yang dihimpun, lahan tersebut semula dikelola oleh seorang oknum kontraktor berinisial ET, yang juga dikenal sebagai pemilik beberapa ruko di kawasan pertokoan Cikitsu. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa lahan beserta tambak yang telah beroperasi tersebut telah dipindahtangankan atau dijual kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea.

“Lahan ini sudah dijual ET ke orang Korea, termasuk tambak yang sudah jalan itu,” ujar seorang pengawas proyek di lokasi saat ditemui awak media, Minggu (8/3/2026).

Aktivitas ini pun menuai sorotan tajam. Pasalnya, oknum ET dikenal cukup arogan di lapangan karena diduga mendapat ‘backing’ dari oknum aparat untuk memuluskan usahanya. Rekam jejak kepemilikan lahan ini pun dibayangi konflik; ET sempat bersitegang dengan pengusaha restoran berinisial A di Jembatan 6. Bahkan, Lurah Galang Baru dikabarkan sempat menolak memberikan rekomendasi terkait penyambungan jaringan listrik PLN ke lokasi tersebut karena kejelasan status lahan.

Dampak lingkungan dari penimbunan bakau ini mulai dirasakan nyata oleh masyarakat sekitar. Nelayan setempat mengeluhkan rusaknya ekosistem yang berujung pada penurunan drastis hasil tangkapan ikan di kelong-kelong milik warga.

Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Riau didesak segera turun tangan melakukan evaluasi lapangan. Pemerintah perlu memastikan apakah vegetasi mangrove yang ditimbun masuk dalam area konservasi yang dilarang, serta memeriksa kelengkapan izin lingkungan dan izin usaha tambak yang kini diduga dikuasai pihak asing tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak ET maupun Dinas terkait mengenai legalitas aktivitas di lahan Galang Baru tersebut.