BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan tiket kapal Roro di Pelabuhan Telaga Punggur kembali mencuat. Meski sudah memasuki tahun 2026, persoalan klasik ini seolah menjadi agenda tahunan yang tak kunjung teratasi oleh pihak otoritas pelabuhan.
Masyarakat mengeluhkan ketimpangan antara ketersediaan tiket di sistem daring (online) dengan kenyataan di lapangan. Walaupun situs resmi ferrizy.com sangat mudah diakses, tiket yang diharapkan pengguna jasa hampir selalu berstatus tidak tersedia atau habis dalam waktu singkat.
Ironisnya, di tengah kelangkaan pada sistem resmi, tiket justru bergentayangan di tangan para calo yang berkeliaran di area pelabuhan. Tak ada pilihan lain, warga yang terdesak kebutuhan transportasi terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan tiket dengan harga selangit.
Salah satu warga yang menjadi korban, Suherman (nama samaran), mengaku sangat kecewa dengan sistem pengawasan yang ada. Kepada BBCNEWS.CO.ID melalui sambungan telepon, Kamis (12/3/2026), ia menceritakan pengalamannya yang berulang kali gagal bertransaksi secara mandiri.
“Kami sudah coba beberapa kali beli tiket secara online, tapi statusnya selalu tidak tersedia. Padahal kami akses jauh-jauh hari,” ujar Suherman.
Karena tuntutan jadwal keberangkatan, ia akhirnya menyerah dan menempuh jalur belakang melalui jasa calo.
“Kami terpaksa beli lewat calo dengan harga tinggi. Mau bagaimana lagi, kami butuh berangkat tapi di aplikasi kosong, sementara di tangan orang (calo) itu ada,” keluh Suherman.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai transparansi distribusi tiket digital dan efektivitas pengawasan di Pelabuhan Telaga Punggur agar praktik percaloan tidak terus mencekik kantong warga.





