BATAM (BBCNEWS.CO.ID) Sejumlah calon penumpang kapal Roro di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket penyeberangan tujuan Tanjung Buton, Riau. Meski sistem pembelian telah beralih ke aplikasi online Ferizy, nyatanya tiket sulit didapat dan kerap dinyatakan habis dalam waktu singkat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepada BBCNEWS.CO.ID melalui pesan WhatsApp pada Kamis (12/3/2026), salah seorang calon penumpang mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pemesanan tiket tersebut. Ia menyebut bahwa situs dan aplikasi Ferizy sebenarnya bisa diakses dengan lancar, namun saat hendak melakukan transaksi, kuota tiket selalu tidak tersedia.

“Beli tiket via aplikasi Ferizy tetapi tiket disebut habis. Padahal (penjualan) baru saja dibuka secara online, tapi langsung tidak tersedia,” ujarnya dengan nada geram.

Kekesalan warga ini memuncak karena di saat aplikasi resmi menunjukkan kuota habis, tiket justru diduga banyak beredar melalui tangan kedua atau calo. Ia mensinyalir adanya praktik borong tiket yang kemudian dijual kembali kepada calon penumpang dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Di aplikasi habis, tapi di calo tiket ditawarkan. Seperti sudah diborong dan siap dijual lagi dengan harga selangit,” tambahnya.

Kondisi ini membuat warga berharap pihak pengelola pelabuhan dan instansi terkait segera mengevaluasi sistem pengawasan penjualan tiket online. Hal ini penting untuk memastikan kuota tiket benar-benar sampai ke tangan penumpang secara adil dan transparan, tanpa adanya permainan oknum calo yang merugikan masyarakat.