BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Kondisi pelayanan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah (EF) Batam menuai kritik tajam. Saat melakukan kunjungan untuk membesuk kerabatnya di Ruang Flamboyan pada Senin (23/3/2026), Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, mendapati fasilitas rumah sakit plat merah tersebut dalam kondisi kusam dan tidak terawat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yusril mengungkapkan rasa prihatinnya lantaran alat pendingin udara (AC) di sejumlah titik tidak berfungsi optimal. Suasana pengap dan panas sangat terasa mulai dari area lantai 2 hingga ke dalam lift, yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan pasien maupun pengunjung.

“Bagaimana pasien bisa segera sembuh jika harus menghirup udara pengap dan merasa kepanasan karena minimnya pendingin udara?” ujar Yusril dengan nada kecewa.

Sebagai sosok yang memiliki rekam jejak membongkar kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD EF pada tahun 2010 silam, Yusril mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran perawatan gedung dan fasilitas di rumah sakit tersebut. Menurutnya, dengan status RSUD sebagai rujukan utama, pemeliharaan sarana prasarana seharusnya menjadi prioritas demi menunjang kesembuhan pasien.

Kondisi fisik gedung yang mulai tampak kusam ditambah buruknya sistem sirkulasi udara ini memicu tanda tanya besar bagi LSM LIRA mengenai ke mana larinya anggaran pemeliharaan yang dialokasikan setiap tahunnya. Pihaknya mendesak manajemen RSUD Embung Fatimah untuk segera melakukan perbaikan total agar pelayanan kesehatan tidak semakin merosot.