BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Walikota Batam, Amsakar Ahmad, memberikan pernyataan tegas akan merombak jajaran pemerintah kotav(Pemko) Batam jika tiga masalah Kronis – air, sampah, dan banjir-tidak kunjung tuntas. Namun, gertakan ini justru memicu kritik tajam dari Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto terkait profesionalisme penempatan pejabat sejak awal .

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Disampaikan, Yusril, Senin (30/3/2026), di Batam Center, bahwa persoalan krisis air bersih,vtitik banjir yang semakin meluas, hingga tata kelola sampah yang semrawut sudah menjadi “makanan harian” warga Batam selama lebih dari setahun terakhir. Alih-Alih mendapat solusi konkret, masyarakat justru disuguhi rencana bongkar pasang kabinet yang dianggap sebagai pengakuan secara tidak langsung akan kegagalan menejemen internal Pemko.

Yusril mempertanyakan, bagaimana sebenarnya proses seleksi pejabat di bawah kepemimpinan Amsakar? Apakah prinsip “the right man in the right place” benar-benar diterapkan, atau justru posisi-posisi strategis tersebut diisi berdasarkan syarat seponsor dan kepentingan politik semata?

Yusril berpendapat, jika pejabat yang diangkat sejak awal memiliki kompentensi dan dikaji secara matang, seharusnya tiga masalah besar tersebut tidak berlarut-larut hingga memasuki tahun kedua periode ini. Ancam “rombak -ganti ” ini dinilai sebagai lingkaran setan jika pola rekrutmen tidak diubah dari sistem “titipan” menjadi berbasis kemampuan nyata”,

“Kalau orang-orang yang tidak tepat terus di pasang di posisi krusial, Batam terancam hancur oleh kerisis air dan sampah, rakyat butuh solusi, bukan sekedar ancaman mutasi yang berkesan coba-coba,” tegas Yusril

Kini, bola panas ada ditangan Walikota.
Akankah perombakan ini benar-benar membawa perubahan , atau hanya sekedar aksi layanan publik di Kota Batam ?