BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Dunia pendidikan di Kota Batam kembali diguncang isu tidak sedap. Sejumlah siswa dari SMK Negeri 2 Batam melaporkan adanya dugaan tindakan tidak profesional yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik di sekolah tersebut. Keluhan ini mencuat setelah para siswa merasa tidak tahan dengan perlakuan yang dianggap semena-mena.
Salah satu siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa seorang guru berinisial R jarang menghadiri kelas untuk mengajar. Tak hanya itu, oknum guru tersebut diduga sering melontarkan kata-kata kasar kepada murid. Dalam satu kejadian, ia disebut menghina satu kelas dengan kata-kata kotor hanya karena para siswa sedang melakukan kegiatan gotong royong yang menimbulkan suara bising.
“Kami sangat kecewa. Seharusnya guru menjadi teladan, bukan justru menghina kami dengan kata-kata yang tidak pantas saat kami sedang bekerja bakti,” ujar salah satu siswa dalam laporannya.
Selain masalah perilaku verbal, siswa juga menyoroti praktik penilaian yang dianggap tidak objektif oleh guru lain berinisial I. Guru yang diketahui sudah mengajar selama 10 tahun dan berstatus P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tersebut diduga sering mempersulit nilai siswa.
Para siswa mengklaim bahwa nilai tinggi hanya diberikan kepada murid yang dianggap “mencari muka” atau mendekati guru tersebut secara personal. Statusnya sebagai ASN P3K diduga membuat oknum guru ini merasa “kebal” dan bertindak semena-mena terhadap peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun dinas pendidikan terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan tersebut. Para siswa berharap adanya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh agar lingkungan belajar di SMK Negeri 2 kembali kondusif dan menjunjung tinggi etika pendidikan.





