BBCNews.co.id, Batam – Gelombang protes terkait kesejahteraan pekerja mulai memanas di Kota Batam. Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut penyesuaian gaji agar setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026.
Rencana aksi ini dipicu oleh belum terealisasinya janji Wali Kota Batam mengenai kenaikan upah pada tahun 2026.
Menurut informasi internal, sekitar 1.000 personel satgas akan dikerahkan untuk mengepung Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Kota Batam.
“Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait besaran maupun mekanisme kenaikan upah yang dijanjikan. Kami merasa seperti dipermainkan oleh pemerintah dan legislatif,” ujar salah seorang anggota satgas yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Poin Utama Tuntutan
Para pekerja menuntut dua hal krusial:
Penyetaraan gaji dengan UMK Batam 2026.
Pemberlakuan sistem penyesuaian upah otomatis setiap tahun mengikuti kenaikan UMK pada tahun-tahun berikutnya.
Kritik Terhadap Kepemimpinan Saat Ini
Para pekerja membandingkan kondisi saat ini dengan era kepemimpinan sebelumnya.
Mereka menilai alasan pemerintah yang menyebut keterbatasan APBD dan rendahnya realisasi retribusi sampah sebagai alasan penghambat kenaikan gaji tidak masuk akal, mengingat masifnya pembangunan perumahan di Batam.
“Pada masa Wali Kota Ahmad Dahlan, upah kami selalu naik setiap tahun. Namun sejak kepemimpinan H.M. Rudi hingga Amsakar Achmad, kenaikan itu mandek dengan alasan retribusi belum mencukupi. Ini tidak logis di tengah pesatnya pembangunan kota,” tambah sumber tersebut.
Jadwal Aksi
Penentuan detail waktu aksi akan diputuskan dalam rapat internal pada Minggu, 8 Februari 2026. Namun, estimasi pelaksanaan aksi direncanakan jatuh pada Rabu, 11 Februari atau Kamis, 12 Februari 2026, dengan harapan aspirasi mereka didengar sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Batam maupun DPRD Kota Batam belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi dan tuntutan para petugas kebersihan tersebut.





