BBCNews.co.id | Batam โ Aktivis sosial terkemuka di Batam, Yusril Koto, melontarkan kritik pedas terhadap pemasangan auto gate parkir berbayar di area Ruko Grand Niaga Mas, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Instalasi portal otomatis parking ini dinilai menjadi biang kerok kemacetan lalu lintas yang parah di jalan sempit kawasan tersebut, mengganggu mobilitas warga Batam.
Yusril Koto menegaskan bahwa sistem auto gate parking ini justru merugikan masyarakat dan pelaku UMKM Batam. “Ini bukan solusi, justru memperparah kemacetan panjang! Warga dan pengusaha UMKM sangat dirugikan,” tegas Yusril Koto saat ditemui di lokasi pada Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, Sistem auto gate parkir ini bagaikan jebakan, menciptakan antrean panjang dari pagi hingga sore hari yang akan melumpuhkan lalu lintas Batam Kota. Pemko Batam harus segera mencabut izin auto gate ini!”
Ia juga mendesak Dishub Kota Batam untuk segera mengevaluasi dan mencabut izin auto gate parkir Grand Niaga Mas guna mencegah dampak buruk berkelanjutan pada mobilitas warga Batam.
Warga sekitar dan pengguna jalan secara tegas menyatakan keberatan atas keberadaan sistem auto gate parking ini. Mereka mengeluhkan antrean panjang yang tak terhindarkan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, yang tidak hanya menghambat akses masuk ke ruko tetapi juga memperparah kemacetan di jalan utama.
Kritik tajam dari Yusril Koto mengenai auto gate parking Batam ini kini ramai menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen, menyoroti urgensi solusi parkir ruko Batam yang efektif tanpa menimbulkan kemacetan Batam yang semakin parah.





