BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Dunia pendidikan di Kepulauan Riau kembali diguncang isu miring. Yusril Koto, seorang tokoh pendidikan yang pernah menjabat sebagai Kepala SMK di Medan, Jakarta, dan Batam, mengungkap dugaan praktik eksploitasi dan komersialisasi siswa yang terjadi di SMK Negeri 2 Batam.
Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut pada Senin (13/4/2026), Yusril menerima berbagai keluhan dari wali murid dan siswa yang merasa resah. Salah satu poin utama yang disoroti adalah adanya kewajiban bagi seluruh siswa secara bergiliran untuk menjadi tenaga penjual di kantin yang diduga milik oknum guru.
“Dulu saat saya masih siswa SMEA tahun 83, kami diminta membantu koperasi sekolah. Tapi sekarang di SMKN 2 Batam, siswa justru dijadikan tenaga penjual untuk kantin milik oknum guru. Ini jelas eksploitasi dan komersialisasi siswa,” tegas Yusril Koto.
Tak hanya soal kantin, Yusril juga membeberkan sejumlah kejanggalan lain, di antaranya:
Jual Beli Nilai lewat Kue: Adanya dugaan oknum guru yang menjual kue kepada siswa saat momen hari raya dengan iming-iming penambahan nilai.
Iuran AC yang Bermasalah: Siswa kelas 10 diminta patungan untuk pemasangan AC, namun setelah terpasang, siswa justru dipindahkan ke ruangan lain. Mereka yang komplain dikabarkan mendapat intimidasi.
Ketidakefektifan Belajar Mengajar: Kehadiran guru di kelas dinilai sangat minim. Guru-guru lebih banyak menghabiskan waktu di kantin, sehingga siswa harus “membujuk” guru agar mau masuk ke ruang kelas untuk mengajar.
Melihat kondisi yang dinilai sudah masuk tahap gagal dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif, Yusril Koto meminta ketegasan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami meminta Gubernur Ansar Ahmad segera memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk mencopot Kepala Sekolah SMKN 2 Batam. Beliau dinilai gagal dan tidak mampu memimpin sekolah dengan benar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 2 Batam maupun Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan temuan tersebut.





