BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Praktik dugaan pelecehan seksual secara verbal di lingkungan pendidikan kembali menyeruak. Redaksi BBCNEWS.CO.ID menerima laporan eksklusif dari seorang siswi SMK 2 Batam yang mengaku menjadi korban kegigihan pesan tidak pantas dari oknum tenaga pendidik berinisial N.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui bukti tangkapan layar yang diterima pada Minggu (19/4/2026), terlihat percakapan yang dimulai sejak akhir tahun 2025 hingga awal 2026 tersebut telah keluar dari batas profesionalitas hubungan guru dan murid. Guru N diketahui berkali-kali mengirimkan pesan yang tidak berkaitan dengan urusan pendidikan, mulai dari ajakan berkencan hingga topik sensitif mengenai pertunangan dan pernikahan yang dianggap belum pantas untuk usia siswi tersebut.

Korban mengaku telah berupaya menjaga jarak dengan hanya membalas seperlunya. Meski banyak pesan yang sengaja tidak dibalas hingga akhirnya dihapus kembali oleh guru N, oknum tersebut terus melakukan teror pesan secara berkala. Kondisi ini menimbulkan trauma mendalam bagi korban, yang kini merasa enggan bahkan untuk menyimpan nomor kontak guru laki-laki di sekolahnya.

“Pernah beberapa kali guru N meminta saya untuk tutup mulut dan tidak menceritakan hal ini kepada siapa pun,” ungkap korban melalui pesan singkat kepada tim redaksi.

Yang lebih memprihatinkan, laporan ini juga mengungkap adanya pola serupa yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum guru lain di SMK 2 Batam, baik guru laki-laki maupun guru perempuan. Nama lain seperti “Pak Ang”, yang kini dikabarkan telah pindah sekolah turut disebut pernah melakukan tindakan serupa kepada siswi lainnya.

Laporan ini berani disampaikan oleh rekan korban yang merasa prihatin akan keselamatan mental temannya. Ia berharap pihak berwenang dan dinas terkait dapat mengusut tuntas fenomena ini, mengingat lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman kini justru menjadi tempat yang mengancam bagi para siswi.