BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Upaya nyata dalam memberdayakan pelaku usaha mikro di Kota Batam terus digalakkan. Kali ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau mengumumkan program strategis pengembangan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran unit usaha makanan siap saji, Ayam Geprek “LIRA MENYALA”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar organisasi untuk menciptakan keadilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Tidak tanggung-tanggung, LIRA Kepri menargetkan pembukaan sekurangnya 100 outlet di seluruh penjuru Kota Batam.

“Usaha ini kami rintis sebagai misi pemberdayaan ekonomi rakyat. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi pemain aktif yang mampu meningkatkan taraf hidupnya melalui sektor kuliner,” ujar Yusril dalam rilis resminya, Selasa (21/4/2026).

Target Terukur dan Dukungan Penuh
LSM LIRA Kepri telah menyusun peta jalan yang ambisius namun terukur. Dalam periode 2026/2027, ditargetkan 100 outlet sudah berdiri tegak. Operasional perdana dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026, dengan target pembangunan 5 hingga 8 outlet baru setiap bulannya.

Bertindak sebagai “Bapak Angkat”, LSM LIRA Kepri memberikan dukungan fasilitas lengkap kepada para pengelola. Dukungan tersebut meliputi penyediaan steling (gerobak), meja, kursi, lokasi usaha, hingga pasokan bahan baku. Bahkan, manajemen juga menyiapkan sistem logistik untuk pengantaran dan penjemputan produk jualan.

Membuka Lapangan Kerja
Program ini juga menjadi angin segar bagi pencari kerja di Batam. Yusril menekankan bahwa pihaknya mencari individu yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keramahan.

“Kami membutuhkan pekerja yang jujur, terampil, dan humanis. Untuk masa percobaan tiga bulan pertama, kami telah menyiapkan skema penggajian yang kompetitif dengan proyeksi penjualan minimal 50 potong ayam plus nasi per hari,” tambah Yusril.

Sinergi Pemangku Kepentingan
Sebagai lembaga yang menjembatani aspirasi rakyat dengan kebijakan publik, Yusril juga mengajak kolaborasi dari pihak pemerintah dan swasta. Ia mengetuk pintu hati Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam, serta para pengusaha lokal untuk turut serta menyukseskan program padat karya ini.

Diharapkan, kehadiran Ayam Geprek “LIRA MENYALA” bukan sekadar menambah pilihan kuliner di Batam, melainkan menjadi simbol kebangkitan UMKM yang mandiri dan berdaya saing tinggi.