Batam, BBCNews.co.id โ€” Rencana aksi demonstrasi oleh sekelompok orang di kantor DPW LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (15/6/2026) ditanggapi dengan santai oleh Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui rilis resminya, Yusril menyatakan tidak dapat menemui para pendemo karena sedang berada di luar daerah. Ia tengah menjalankan agenda kegiatan sosial di Sumatera Barat, yang akan dilanjutkan dengan menghadiri HUT LSM LIRA ke-21 di Medan pada 19-21 Juni 2026. Perjalanan darat ini terbukti telah dipersiapkan matang lewat penerbitan SK Kepala KPU BC Batam dan Surat Keterangan Ditlantas Polda Kepri sejak akhir Mei 2026.

Hak Kebebasan Berpendapat

Menanggapi video TikTok (VT) unggahan tanggal 5 Juni 2026 yang dipersoalkan massa, Yusril menegaskan bahwa konten tersebut adalah bentuk kontrol sosial yang sah. Video itu mendesak transparansi atas dugaan masalah pada proyek batu miring di Pulau Kasu.

Ia menekankan, pemilihan kata dalam takarir video tersebut selalu menggunakan diksi “dugaan” dan “diduga”. Istilah “oknum dewan” yang dipakai juga bersifat umum tanpa merujuk ke personal tertentu.

“Kalimat ‘minta transparansi dan desak pengusutan’ adalah hak warga negara. LSM memiliki fungsi kontrol sosial untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut suatu perkara,” ujar Yusril.

Lebih lanjut, Yusril membeberkan alasan di balik sikap kritis LIRA Kepri. Masalah ini mencuat usai adanya laporan dari pengurus LIRA yang juga pemilik toko material bangunan. Pengusaha tersebut telah memasok bahan bangunan untuk proyek batu miring di Pulau Kasu sejak September 2025 hingga Mei 2026, namun belum dibayar sama sekali.

Pihak pelaksana proyek berdalih pembayaran tertunda karena Surat Perjanjian Kerja (SPK) dari instansi terkait belum terbit.

“Bagaimana bisa pengerjaan fisik di lapangan sudah dilakukan terlebih dahulu, sementara SPK-nya sendiri belum terbit? Ini yang kita minta untuk diusut tuntas,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Yusril melontarkan dugaan terkait motif di balik rencana aksi demonstrasi yang menyasar kantornya hari ini.

“Diduga sekelompok orang yang berencana melakukan aksi demo di kantor DPW LSM LIRA Kepri dibiayai oleh oknum Dewan yang merasa gerah proyeknya diungkap,” pungkas Yusril.