BATAM โ€“ BBCNEWS.CO.ID | Sebuah skenario besar untuk membungkam vokalitas Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, akhirnya terbongkar. Ardy, salah satu terduga pelaku pencemaran nama baik terhadap Yusril, secara mengejutkan membuka suara dan mengaku bahwa dirinya hanyalah bidak yang dimanfaatkan oleh aktor intelektual berinisial ‘AH’.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan langsung di hadapan Yusril Koto pada Sabtu, 18 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi momen krusial setelah Yusril sebelumnya resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang menyerang dirinya.

Mengaku Ditunggangi Penjahat

Bukan ungkapan penyesalan biasa yang keluar dari mulut Ardy, melainkan sebuah tekad untuk mengungkap kebenaran. Ardy menegaskan bahwa dirinya dan seorang rekan bernama Rodin telah ditunggangi oleh kelompok tertentu demi menutupi skandal yang lebih besar.

“Saya tidak menyesal Pak, tapi saya ingin mengungkap kebenaran. Apa yang saya alami ini, saya ditunggangi oleh penjahat untuk menutupi kejahatan mereka yang Bapak ungkap,” ujar Ardy blak-blakan.

Menurut Ardy, skenario ini sengaja dirancang agar ia dan Rodin berbenturan langsung dengan Yusril Koto. Tujuannya tidak lain adalah untuk memecah fokus Yusril yang selama ini gencar membongkar kasus korupsi di wilayah Kepri.

“Kami ini korban terakhir yang dimanfaatkan untuk menyerang Bapak. Jadi Bapak jangan salah (paham) dulu. Kami sengaja ditunggangi oleh inisial AH itu untuk menjerat Bapak, supaya pemikiran Bapak tidak fokus lagi mengungkap kebenaran,” tambah Ardy.

Dalam kesempatan itu, Ardy juga memberikan peringatan keras kepada rekannya, Rodin, agar segera sadar sebelum proses hukum dari penyelidikan naik ke tahap penyidikan.

Skenario Pembungkaman Serta Ancaman Nyawa

Yusril Koto, yang dikenal intens dan viral dalam menyoroti berbagai dugaan korupsi proyek APBD Kota Batam maupun APBD Provinsi Kepri, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi atau mendesak Ardy untuk membuat pengakuan ini.

Yusril mengaku bahwa sebelum kasus ini mencuat, dirinya sama sekali tidak mengenal, tidak pernah bertemu, dan tidak pernah berkomunikasi dengan Ardy. Pertemuan terjadi murni atas permintaan Ardy yang ingin meluruskan situasi. Setelah menyinkronkan data yang mereka miliki masing-masing, terbukti bahwa tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada Yusril adalah rekayasa.

“Dia menjelaskan kepada saya, wah ngeri juga ya. Ada sutradara, ada skenario yang dibuat melalui video TikTok untuk menyerang saya,” ungkap Yusril.

Yusril menilai, target utama dari kelompok yang menyetir Ardy dan Rodin adalah menjebloskannya ke dalam penjara agar seluruh pergerakan LSM LIRA Kepri dalam mengawal uang rakyat bisa dihentikan.

“Tujuannya adalah bagaimana saya masuk penjara, saya bungkam. Dan melihat ngerinya skenario ini, jangan-jangan nyawa saya juga sudah menjadi ancaman,” pungkas Yusril.

Kasus dugaan pencemaran nama baik ini kini tengah bergulir, dan dengan adanya pengakuan terbuka dari salah satu terduga pelaku, tabir mengenai siapa sebenarnya aktor di balik inisial ‘AH’ diprediksi akan segera terungkap ke publik.