BATAM โ BBCNEWS.CO.ID | Pengangkatan Kwin Fo sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN Batam terus menuai perhatian publik. Kali ini, Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, secara terbuka menyoroti keputusan strategis tersebut, Selasa (13/10/2026).
Yusril menggarisbawahi posisi Kwin Fo yang resmi menjabat sebagai orang nomor satu di PT PLN Batam sejak 16 April 2025, menggantikan M. Irwansyah Putra. Penunjukan ini mencatatkan sejarah baru, di mana Kwin Fo menjadi figur pertama dari kalangan eksternal atau non-karier yang berhasil memimpin perusahaan listrik tersebut. Sebelum didapuk sebagai Dirut, ia diketahui sempat menduduki posisi sebagai Komisaris Independen PT PLN Batam sejak Oktober 2024.
Namun, langkah transisi kepemimpinan ini memicu gelombang kontroversi. Yusril Koto secara blak-blakan menilai adanya indikasi kuat terkait hubungan kekeluargaan. Kwin Fo sendiri telah dikonfirmasi merupakan adik kandung dari Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Kondisi tersebut sontak memantik kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat mengenai dugaan adanya kepentingan politik serta praktik nepotisme dalam tubuh jajaran direksi BUMN/BUMD.
Di sisi lain, pihak manajemen PT PLN Batam bersama para pendukungnya menegaskan bahwa pengangkatan Kwin Fo telah berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mereka menyatakan proses seleksi tersebut telah melalui uji kelayakan dan kepatutan (proper test) yang ketat.
Meski demikian, pihak Humas PT PLN Batam juga tidak menampik dan telah resmi mengonfirmasi status hubungan kekeluargaan antara sang Dirut baru dengan Wakil Wali Kota Batam tersebut. Kasus ini kini menjadi salah satu sorotan utama terkait transparansi tata kelola perusahaan publik di Kepulauan Riau.






