BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Wajah kawasan industri dan pemukiman Dapur 12, Kecamatan Sagulung, kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (27/2/2026), tumpukan sampah rumah tangga—baik organik maupun anorganik—telah mengular hingga sepanjang 200 meter di bahu jalan, mengubah pemandangan asri menjadi “lautan sampah.”
Kondisi yang dilaporkan telah berlangsung selama berminggu-minggu tanpa penanganan serius ini mulai memicu amarah warga. Aroma busuk menyengat kini menjadi “sapaan” harian bagi ribuan karyawan galangan kapal serta warga yang melintas. Berdasarkan laporan Batam Pos, krisis ini diduga kuat dipicu oleh kendala teknis armada angkut sampah di Kota Batam yang tak kunjung teratasi.
Kesabaran warga Sagulung nampaknya mulai mencapai titik nadir. Gunungan sampah yang meluber hingga ke badan jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mulai mengeluarkan cairan lindi dan dikerubuti lalat. Menurut tinjauan medis di Halodoc, kondisi lingkungan seperti ini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit menular bagi masyarakat sekitar.
“Kami sudah bosan hanya diberi janji. Katanya masalah sampah akan diprioritaskan, tapi kenyataannya jalan utama kami justru jadi tempat pembuangan,” keluh salah seorang warga yang melintas.
Kini, sorotan tajam tertuju pada janji politik Walikota Amsakar Achmad yang sebelumnya berkomitmen menuntaskan masalah sampah di Batam. Warga mendesak Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menurunkan alat berat dan armada tambahan sebelum musim hujan tiba, guna mencegah penyumbatan total pada saluran drainase.
Dengan anggaran pengelolaan sampah tahun 2026 yang cukup besar, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah agar krisis menahun ini tidak terus berulang dan menjadi ancaman kesehatan permanen bagi warga Batam.





