BATAM, BBCNEWS.CO.ID – Jalanan Kota Batam kembali memakan korban jiwa. Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan “monster jalanan” jenis dump truck roda 10 bernomor polisi BP 8246 DU mengguncang kawasan Jodoh, tepat di depan Rumah Pompa, pada Rabu sore (4/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Tragedi ini diduga kuat dipicu oleh aksi ugal-ugalan sang sopir truk yang melesat kencang dari arah Batu Ampar menuju Jodoh. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, truk tersebut tengah mengejar target trip timbunan laut di wilayah Tanjung Uma. Ambisi mengejar setoran ini berujung maut ketika pengemudi kehilangan kendali dan menyapu tiga unit sepeda motor di depannya.
Akibat benturan keras tersebut, satu orang pengendara motor tewas seketika di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka (dua berat, satu ringan) dan kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Upaya Intervensi Terhadap Media
Namun, di tengah duka yang menyelimuti warga, muncul kabar miring mengenai upaya dari pihak pengusaha pemilik truk untuk melakukan intervensi terhadap pemberitaan di media BBCNEWS.CO.ID. Pihak pengusaha diduga mencoba meminta agar berita terkait insiden berdarah ini diturunkan (take down) demi menjaga reputasi bisnis mereka.
Menanggapi hal ini, publik mendesak agar media tetap berdiri tegak menyuarakan fakta dan Satlantas Polresta Barelang bekerja secara transparan tanpa tekanan dari pihak manapun.
Desakan Tes Urine dan Pengusutan Tuntas
“Kendaraan itu terlihat sangat ugal-ugalan sebelum menghantam motor,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu malam.
Warga yang geram di lokasi kejadian menuntut pihak kepolisian tidak hanya melakukan olah TKP rutin, tetapi juga memeriksa kondisi fisik dan mental sang sopir secara intensif. Muncul kecurigaan kuat bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba saat mengemudi.
“Kami minta polisi tegas. Periksa apakah sopir terindikasi narkoba atau alkohol? Jangan sampai nyawa warga Batam terus melayang hanya karena ambisi pengusaha mengejar trip timbunan. Hukum tidak boleh kalah oleh uang,” tegas seorang warga di lokasi.
Saat ini, sopir truk maut tersebut telah diamankan oleh Satlantas Polresta Barelang. Kini, mata publik tertuju pada kepolisian: apakah mereka mampu mengungkap fakta secara transparan, ataukah nyawa manusia akan kembali kalah oleh kekuatan intervensi di balik layar?





