BATAM, BBCNEWS.CO.ID – Persoalan sampah di Kota Batam kian mengkhawatirkan dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang konkret. Hasil pantauan tim BBCNEWS.CO.ID pada Minggu (8/3/2026), ditemukan tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan di kawasan Nongsa, tidak jauh dari markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).
Kondisi sampah yang berserakan ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Meski berada di lokasi yang cukup strategis, tumpukan limbah rumah tangga tersebut terkesan dibiarkan dan tidak tersentuh oleh armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
Situasi ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang mempertanyakan satu tahun kinerja pasangan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Sejak dilantik, penanganan sampah dan banjir menjadi salah satu janji prioritas, namun realita di lapangan menunjukkan masalah serupa masih terus berulang.
Kadis DLH Batam yang baru dilantik pada Februari 2026, Dohar Hasibuan, juga menjadi sorotan. Sebelumnya, Dohar menyatakan komitmennya untuk fokus menuntaskan persoalan darurat sampah di Batam seiring dengan penambahan anggaran hingga Rp200 miliar untuk tahun 2026. Namun, kondisi di Nongsa saat ini membuat publik menilai janji tersebut hanya sekadar “omong doang” karena belum terlihat aksi nyata dalam mengurai titik-titik sampah di badan jalan.
Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera mengevaluasi kinerja dinas terkait dan memastikan armada pengangkut bekerja secara rutin agar sampah tidak terus menumpuk dan mencemari lingkungan.





