BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengusaha sekaligus pimpinan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM), Bapak Yuwangky. Hal ini disampaikan Yusril usai melakukan pertemuan langsung untuk mengklarifikasi mekanisme penunjukan pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Induk Jodoh yang sempat viral di media sosial.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (28/03/2026) pukul 15.00 WIB ini merupakan tindak lanjut dari konten TikTok yang mempertanyakan transparansi proyek tersebut. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT UJKM memaparkan secara detail seluruh dokumen, mekanisme tender, hingga site plan pembangunan.
“Setelah melihat data-data yang diperlihatkan, saya cukup kaget dan bangga. Penetapan PT Usaha Jaya Karya Makmur ternyata melalui mekanisme lelang yang sangat ketat. Hal ini juga sinkron dengan penjelasan Kabid Aset Kota Batam, Ibu Santi, bahwa prosesnya melalui analisa keuangan Kemenkeu, KPKNL, serta didampingi oleh Kejari Batam,” ujar Yusril Koto.
Yusril menegaskan bahwa status penetapan PT UJKM dalam skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) pembangunan Pasar Induk Jodoh sudah clear and clean. Ia juga mengaku takjub dengan skala pembangunan yang dipaparkan.
“Ini akan menjadi satu-satunya Pasar Induk Modern terbesar di Indonesia. Tidak hanya menggunakan lahan Pemko Batam seluas 2,1 hektar, tetapi juga dikembangkan di atas lahan milik PT UJKM sendiri di sampingnya. Dengan site plan yang luar biasa ini, kami dari LIRA Kepri mendukung penuh agar pasar ini segera menjadi pusat ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini, Yusril berharap masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai progres pembangunan pasar yang akan menjadi ikon baru ekonomi di Kota Batam tersebut.





