BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Sebuah isu mengejutkan tengah menerpa Yayasan Pagaruyung Batam (YPB). Pasalnya, yayasan ini mendadak dijuluki sebagai “Lembaga Paling Kaya Tanpa Pernah Menerima Uang” akibat tudingan miring terkait pengalihan lahan dan aliran dana miliaran rupiah yang tak jelas rimbanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Persoalan ini bermula dari kabar adanya lahan seluas 2.000 hingga 3.000 meter persegi yang semula diharapkan untuk perluasan pembangunan YPB. Namun, bukannya dikelola yayasan, lahan tersebut dikabarkan “menjelma” dan berpindah tangan ke pihak ketiga dengan nilai transaksi fantastis, mencapai Rp1,8 miliar.

Anehnya, meski pihak yayasan mengaku tidak pernah melihat apalagi menyentuh uang tersebut, tudingan justru diarahkan kepada YPB. Yayasan dituduh telah menerima dana miliaran tersebut tanpa ada jejak transaksi atau catatan perbankan yang jelas.

Menanggapi fenomena “supranatural” ini, pihak YPB memberikan jawaban menohok. Jika uang tersebut benar-benar ada namun tidak mendarat di rekening mereka, barangkali dana itu memiliki kemampuan teleportasi yang perlu dipatenkan.

“Kalau benar kami menerima Rp1,8 miliar, tolong beri tahu di bank mana uang itu disimpan, supaya kami juga bisa ikut mengeceknya,” ungkap perwakilan pihak yang peduli terhadap integritas yayasan dengan nada satir (10/5/2026)

Isu ini pun mulai memicu keresahan di kalangan warga Minang di Batam. Muncul seruan agar masyarakat asal Sumatera Barat di tanah rantau ini mulai bersuara dan mempertanyakan transparansi serta kebenaran di balik raibnya aset lahan dan munculnya tudingan dana fiktif tersebut.

“Saatnya Urang Minang di Batam mempertanyakannya!” tegas pesan yang beredar luas di kanal informasi warga.

Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan: kemana sebenarnya uang 1,8 miliar itu “terbang” dan siapa yang sebenarnya menikmati hasil dari pengalihan lahan tersebut?