TANJUNGPINANG – BBCNEWS.CO.ID | Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, melayangkan kritik tajam terhadap sikap Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan. Hal ini dipicu oleh aksi Iman yang kedapatan mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson FXDR bernomor polisi BP 6215 VF tanpa mengenakan helm.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yusril menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 106 ayat (8) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebagai pejabat publik, Iman seharusnya menjadi teladan dalam tertib berlalu lintas, bukan justru mengabaikan prosedur keselamatan vital.

“Penggunaan helm adalah elemen paling krusial karena kepala adalah bagian tubuh yang paling vital sekaligus rentan. Sebagai pejabat daerah, ia sepatutnya membantu kepolisian menyadarkan masyarakat, bukan malah memberi contoh buruk,” ujar Yusril dalam rilis resminya, Minggu (10/5/2026).

Atas pelanggaran tersebut, Yusril mendesak Polda Kepri untuk segera mengambil tindakan tegas dan memeriksa Ketua DPRD Kepri tersebut. Ia mengingatkan agar polisi tetap profesional dan tidak diskriminatif dalam menegakkan hukum.

“Penegakan hukum harus didasarkan pada asas keadilan dan kepastian hukum yang berlaku bagi semua orang tanpa kecuali. Jangan sampai muncul kesan hukum itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegasnya.

Selain masalah aturan jalan raya, Yusril juga menyoroti gaya hidup Iman yang dinilai tidak memiliki empati sosial. Mengingat data BPS per Mei 2026 mencatat jumlah pengangguran di Kepri mencapai 76.160 orang, tertinggi kedua di Indonesia setelah Papu, aksi pamer moge dianggap sangat melukai perasaan masyarakat.

“Mengendarai motor gede dengan gaya hedonistik sama sekali tidak mencerminkan jiwa pemimpin yang peka terhadap situasi sulit warga. Pemimpin seperti ini kehilangan rasa empati,” pungkas Yusril.