SIAK – BBCNEWS.CO.ID | Ratusan kendaraan roda empat dan roda enam tujuan Batam, Kepulauan Riau, menumpuk dan tertahan dalam antrean panjang di Pelabuhan RORO Mengkapan Tanjung Buton, Provinsi Riau, pada Rabu (1/7/2026). Penumpukan ini dipicu oleh buruknya pelayanan PT ASDP (Persero) yang saat ini hanya mengoperasikan satu armada kapal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut sumber di lapangan, jalur penyeberangan Tanjung Buton–Batam dan sebaliknya normalnya dilayani oleh dua armada, yaitu KMP Lome dan KMP Wira Loewisa. Namun, saat ini penyeberangan hanya dilayani oleh KMP Lome, sehingga memicu antrean yang sangat panjang.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para calon penumpang. Seorang pengguna kendaraan roda empat asal Medan yang enggan disebutkan identitasnya mengaku sudah tertahan di pelabuhan selama tiga hari tanpa kepastian keberangkatan.

“Kami sudah tiga hari menunggu di Pelabuhan RORO Mengkapan Tanjung Buton tujuan Batam ini. Belum juga ada kepastian berangkat, karena kendaraan yang mengantre sebelum kami pun hingga saat ini masih banyak yang belum terangkut,” keluhnya, Rabu (1/7/2026).

Dampak kemacetan ini juga memukul para sopir logistik. Salah seorang sopir kendaraan roda enam (truk) menyatakan kerugian besar akibat lambatnya proses penyeberangan ini.

“Barang angkutan buah kami berisiko busuk di jalan dan uang jalan kami otomatis menjadi bengkak,” berondongnya kecewa.

Selain masalah lambatnya pengangkutan, para calon penumpang juga menyoroti buruknya fasilitas penunjang di area pelabuhan. Mereka mengeluhkan kondisi ruang tunggu yang tidak nyaman serta fasilitas toilet pelabuhan yang dinilai sangat jorok dan tidak terawat.

Masyarakat dan para pengguna jasa berharap ada perhatian serius serta evaluasi menyeluruh dari Kementerian Perhubungan terkait buruknya pelayanan manajemen ASDP di lintas penyeberangan Tanjung Buton–Batam ini agar roda ekonomi dan mobilitas warga tidak terus dirugikan.