BBCNews.co.id, Batam – Pembangunan jaringan Fiber To The Home (FTTH) di wilayah RW 20 Tanjung Buntung Jaya, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, kini tengah menjadi sorotan warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Oknum ML Ketua RW 20, Marwan Lamuja, diduga tidak transparan terkait pengelolaan dana kompensasi lingkungan yang diterima dari pihak provider.

Persoalan ini bermula ketika PT Yetoja Solusi Indonesia mengajukan izin aktivitas pemasaran dan pembangunan jaringan melalui surat nomor 001/SPI/ION/2025 tertanggal 23 Oktober 2025. Surat yang ditandatangani oleh Dapul Sinaga selaku Business Development tersebut memohon izin untuk melakukan pembangunan jaringan internet di wilayah RW 20.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, pada Kamis (23/10/2025), digelar pertemuan antara pihak provider dengan jajaran pengurus lingkungan, yakni oknum ML Ketua RW 20 Marwan Lamuja, oknum AP Ketua RT 0, oknum B Ketua RT 02 Bahari, dan oknum I Ketua RT 03.

Dalam Berita Acara (BA) bernomor 001/SPI/ION/X/2025, disepakati bahwa perangkat RW 20 menyetujui pembangunan jaringan untuk kapasitas 800 rumah.

Namun, poin yang memicu polemik adalah adanya kesepakatan fee kompensasi lingkungan sebesar Rp4 juta, yang telah diserahkan dan diterima oleh oknum ML pada tanggal 12 November 2025.

Kurangnya keterbukaan mengenai aliran dana tersebut memicu reaksi keras dari warga. Salah seorang warga RW 20 yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan kekecewaannya atas sikap oknum Ketua RW.

“Seharusnya uang fee tersebut masuk ke kas RW untuk kepentingan lingkungan, bukan masuk ke kantong pribadi.

Kami mempertanyakan kemana uang itu sekarang karena tidak ada transparansi,” tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon di Batam Center, Jumat (23/1/2026).

Hingga berita ini diturunkan, redaksi BBCNEWS.CO.ID masih menunggu klarifikasi resmi dari oknum ML Ketua RW 20 terkait penggunaan dana kompensasi tersebut guna memberikan ruang keberimbangan informasi

Ketua RT 01, AP, Jumat (23/1) kepada BBCNEWS.CO.ID, mengatakan, “saya tidak ada diikutsertakan dalan pertemuan yang dimaksud, nama saya dicatut itu”

“Saya tidak tahu soal uang kompensasi yang diterima Ketua RW 20 ML”, tegas AP