BBCNews.co id, Batam – Pemandangan asri di jantung Kota Batam, tepatnya di seberang kawasan yang kini dikenal sebagai K Square (sebelumnya Kepri Mall), kini tinggal kenangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lahan yang dulunya rimbun dengan pepohonan hijau nan rindang, terpantau telah berubah fungsi menjadi area komersil yang gersang.

Berdasarkan pantauan BBCNEWS.CO.ID pada Senin (3/2/2026), area seluas kurang lebih 100 x 50 meter tersebut telah rata dengan tanah. Tidak ada lagi jejak pepohonan yang dulu menjadi penyaring polusi. Sebagai gantinya, hamparan batuan granit kini menutupi permukaan lahan, dipadati oleh deretan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di sana.

Alih fungsi lahan ini memicu kritik tajam terhadap kebijakan BP Batam. Pihak otoritas dinilai telah mengabaikan aspek estetika dan keberlanjutan lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semestinya dijaga sebagai “paru-paru” kota, justru dikorbankan demi mengakomodasi kepentingan komersial pengusaha.

“Sangat disayangkan, pohon-pohon rindang yang menjadi peneduh jalan kini telah musnah, berubah total menjadi area parkir K Square,” ujar salah satu warga yang melintas.

Transformasi lahan hijau menjadi area beton ini menambah deretan panjang hilangnya titik-titik resapan air di Batam, demi mengejar pertumbuhan infrastruktur pendukung bisnis semata.