BBCNews.co.id, Batam – Sikap kontradiktif ditunjukkan oleh Walikota Batam, Amsakar Ahmad. Di satu sisi, Pemerintah Kota Batam mengklaim sedang mengkaji penutupan lokalisasi Sintai, namun di sisi lain, Walikota justru memperkuat eksistensi kawasan tersebut dengan menghadiri pelantikan pengurus PRSNP untuk periode tiga tahun ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dukungan politik ini menjadi ironi di tengah catatan hitam PRSNP Teluk Pandan. Selain menjadi titik panas penyebaran Penyakit Menular Seksual (IMS) di kalangan remaja, kawasan ini juga terindikasi menjadi tempat praktik eksploitasi anak di bawah umur. Kehadiran pemimpin di lingkaran organisasi yang mengelola kawasan lokalisasi menimbulkan pertanyaan besar: di mana komitmen pemerintah dalam menjaga moralitas kota?

Sebagai pemegang amanah, pemimpin memiliki tanggung jawab spiritual untuk mengarahkan rakyat menuju kebaikan. Membiarkan praktik maksiat berkedok rehabilitasi sosial bukan hanya kelalaian administratif, melainkan kegagalan kepemimpinan dalam melindungi generasi muda Batam dari kehancuran sosial.