BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, melontarkan kritik pedas terkait proyek reklamasi raksasa di kawasan Bengkong Laut, Batam. Ia menyebut kawasan tersebut kini berubah menjadi “PIK” (Pantai Indah Kapuk) versi Batam namun diduga kuat menabrak aturan lingkungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Masyarakat Indonesia harus tahu, kalau di Jakarta ada PIK, di Batam juga ada ‘PIK’-nya melalui mega project ini,” ujar Yusril di Bengkong Laut, Senin (30/3/2026).

Dugaan Manipulasi Izin dan Kerusakan Lingkungan
Berdasarkan data yang dihimpun, Yusril menjelaskan bahwa area laut yang ditimbun mencapai luas lebih dari 2.188.000 meter persegi atau sekitar 218 hektar. Kawasan yang kini dikenal sebagai pusat wisata kuliner Golden Prawn tersebut telah disulap menjadi kompleks perumahan mewah, pergudangan, pertokoan, hingga hotel.

Yusril mencium adanya modus “reklamasi senyap” dalam pengerjaan proyek ini. “Penimbunan dilakukan sedikit demi sedikit. Saya duga ini cara mereka menghindari kewajiban izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL),” tegasnya.

Akan Lapor ke Jakarta dan DPR RI
Tak main-main, Yusril menyatakan akan segera terbang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan DPP LSM LIRA guna mendesak Komisi XII DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Ia menyoroti hilangnya hutan mangrove yang dibabat habis tanpa kontribusi jelas pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Negara dirugikan besar di sini. Hutan mangrove habis, tapi PNBP-nya ke mana? Kami akan bongkar habis karena saya duga banyak pihak yang ‘dapat jatah’ untuk tutup mata,” tambahnya.

Sempat Diminta ‘Take Down’
Isu ini pun viral dan menarik perhatian publik. Yusril mengaku sempat dicari-cari oleh pihak pengusaha yang meminta agar informasi ini tidak disebarluaskan. Namun, ia bergeming demi transparansi kepada Pemerintah Pusat.

“Kalau kita tidak bersuara, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kelautan, dan Menteri Kehutanan tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi di bawah. Kami tidak akan mundur,” pungkas Yusril.