BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Tumpukan sampah di pinggir jalan Trans Barelang. Kondisi memprihatinkan terlihat di sepanjang jalan Trans Barelang, yang sejatinya merupakan ikon wisata utama Kota Batam. Pantauan di lapangan pada Senin, 6 April 2026, menunjukkan pemandangan kontras: alih-alih disuguhi keindahan alam, wisatawan justru disambut tumpukan sampah yang menggunung di sisi kiri dan kanan jalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto, mengecam keras kondisi ini. Menurutnya, penumpukan sampah ini bukan terjadi dalam hitungan hari, melainkan sudah berbulan-bulan tidak terangkut. Hal ini dinilai sebagai kegagalan Pemerintah Kota Batam dalam mengelola kebersihan di jalur vital pariwisata.

Yusril Koto (LSM LIRA Kepri):
“Ini adalah wajah pariwisata kita. Bagaimana kita mau meningkatkan kunjungan wisatawan jika kondisinya kotor dan tidak nyaman seperti ini? Sampah yang menumpuk di pinggir jalan ini adalah akumulasi kekecewaan warga karena sampah di perumahan mereka tidak diangkut, sehingga terpaksa dibuang ke sini.”

Lebih lanjut, Yusril menagih janji politik Walikota Batam, Amsakar Ahmad. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, persoalan sampah yang dijanjikan tuntas hingga kini justru semakin semrawut. Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk tidak sekadar menyalahkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan tanpa mengevaluasi kinerja pengangkutan yang tidak maksimal.

Masyarakat dan pelaku wisata berharap ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota Batam agar slogan Batam sebagai kota wisata bukan sekadar isapan jempol, sementara sampahnya terus membusuk di jantung pariwisata daerah.