BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau (Kepri), Yusril Koto, Rabu (15/4/2026), menyoroti masih banyaknya perusahaan di wilayah Kepri yang belum menindaklanjuti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja.
Yusril menegaskan bahwa kepatuhan dunia usaha sangat krusial mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia setelah India dengan estimasi mencapai 1.080.000 kasus TBC pada tahun 2026. Di level daerah, data SITB per 9 Februari 2026 menunjukkan penemuan kasus TBC di Kepulauan Riau baru mencapai 6.821 kasus atau sekitar 49,68%, masih jauh dari target sebesar 12.358 kasus (90%).
“Sesuai Permenaker 13/2022 Pasal 2, pengusaha dan pengurus wajib melaksanakan penanggulangan TBC di tempat kerja. Ini bukan sekadar imbauan, tapi kewajiban dalam kerangka Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujar Yusril dalam keterangannya.
Upaya ini juga sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Pengentasan TBC 2025-2029 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menargetkan penurunan insiden TBC sebesar 50% menjadi 190 per 100.000 penduduk pada tahun 2029 melalui strategi skrining dan penemuan kasus secara masif.
Dinas Kesehatan Provinsi Kepri sendiri melalui surat resminya pada 23 Februari 2026 telah menekankan pentingnya percepatan penemuan kasus guna mendukung strategi Eliminasi TBC 2030 sebagaimana diatur dalam Perpres No. 67 Tahun 2021.
Gubernur LIRA Kepri tersebut mengingatkan agar setiap perusahaan segera memenuhi lima poin utama kewajiban di tempat kerja, yaitu:
Penyusunan kebijakan internal penanggulangan TBC; Sosialisasi dan edukasi secara rutin kepada pekerja; Melakukan upaya penemuan kasus; Penanganan kasus sesuai standar medis; Menjamin proses pemulihan kesehatan bagi pekerja yang terpapar.
“Kami meminta Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait untuk lebih tegas mengawasi implementasi aturan ini. Perusahaan harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan produktivitas pekerja demi mewujudkan target eliminasi TBC,” tutup Yusril.





