SILUNGKANGโ BBCNEWS.CO.ID | Aktivis sosial asal Kota Batam, Yusril Koto, melayangkan protes keras terhadap layanan Bus PT Mutia Putri Mulia (MPM). Niat hati ingin menikmati perjalanan darat dari Jakarta menuju Bukittinggi, Sumatera Barat, Yusril justru mendapati pengalaman yang sangat mengecewakan.
Melalui pesan singkat pada Minggu (25/5/2026), Yusril menceritakan bahwa perjalanan ini ia pilih setelah menyelesaikan urusannya di Jakarta untuk kemudian kembali ke Batam. Karena kehabisan tiket kelas sleeper, ia sengaja memilih kelas Super Executive dengan tarif Rp585 ribu demi mendapatkan fasilitas terbaik. Ia berangkat dari Terminal Kalideres pada Sabtu (24/5/2026) pukul 10.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Bukittinggi pada Minggu (25/5/2026) pukul 19.00 WIB
Namun, realita di lapangan tidak sesuai harapan. Yusril sangat menyayangkan sikap pihak PT MPM yang dinilai tidak jujur dan transparan mengenai kondisi kursi nomor 30 yang ia tempati, ternyata disesaki lima kursi penumpang. Kursi tersebut ternyata berada di dalam smoking area (ruang merokok) dan tepat di samping pintu toile hingga menghirup udara tidak sedap saat penumpang keluar toilet
“Setahu saya smoking area bukan tempat bangku penumpang, melainkan khusus penumpang merokok,” ujar Yusril yang mengaku tidak pernah merokok sejak kecil. Akibatnya, ia harus menahan sesak napas akibat kepulan asap rokok di sepanjang perjalanan.
Penderitaan Yusril tidak berhenti di situ. Fasilitas pendingin udara (AC) di dalam armada tersebut juga tidak berfungsi maksimal dan hanya mengeluarkan angin hangat. Keluhan soal AC juga dirasakan penumpang lain. Selain itu, rute perjalanan dinilai tidak efisien karena bus harus berputar mengantarkan penumpang lain ke Batusangkar dan Payakumbuh terlebih dahulu, sehingga rute Bukittinggi menjadi tujuan paling akhir.
Saat dikonfirmasi mengenai keluhan tersebut, Yusril menyebut pihak manajemen PT MPM hanya menyampaikan permohonan maaf tanpa memberikan solusi konkret atas kerugian yang dialaminya.
“Kalau saja pihak perusahaan memberi informasi yang jelas, benar, dan jujur terkait pelayanan dan kondisi bus, dipastikan saya tidak memilih menggunakan Bus PT MPM,” tegas Yusril dengan nada kesal.





