BBCNews.co.id, Batam – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Batam belakangan ini menyisakan trauma bagi warga kawasan Asrama Baloi.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah 20 tahun terakhir, pemukiman yang selama ini dikenal “kebal” banjir tersebut akhirnya terendam air.
Kondisi ini mengejutkan banyak penghuni, mengingat selama dua dekade bermukim di sana, mereka hampir tidak pernah mengalami masalah genangan yang masuk hingga ke dalam rumah.
“Biasanya selebat apa pun hujan, di sini aman-aman saja. Tapi sekarang air cepat sekali naik,” keluh salah seorang penghuni asrama yang telah menetap selama 20 tahun di lokasi tersebut.
Warga menengarai bahwa perubahan drastis ini bukan sekadar faktor cuaca, melainkan dampak dari aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) di kawasan Bukit Vista yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman mereka.
Aktivitas pembukaan lahan dan penggundulan bukit tersebut diduga kuat telah merusak daerah tangkapan air alami.
Akibatnya, sistem drainase yang ada tidak lagi mampu menampung debit air kiriman dari perbukitan yang kini telah kehilangan vegetasi penahannya.
โKami menduga ini dampak langsung dari pembukaan lahan di Bukit Vista. Lokasinya memang cukup dekat dengan asrama kami, sehingga air langsung lari ke bawah saat hujan deras,โ tambah warga tersebut.
Kini, warga Asrama Baloi mendesak Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan proyek di Bukit Vista serta perbaikan sistem drainase agar bencana serupa tidak menjadi langganan baru bagi mereka.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih was-was setiap kali awan mendung menggelayuti langit Batam, khawatir air kembali meluap dan merusak harta benda mereka.





