BATAM – BBCNEWS.CO.ID | Kondisi memprihatinkan kembali melanda pemukiman warga di Kampung Durian RT 01 RW 01, Tanjung Bemban, Kel. Batu Besar, Kec. Nongsa, Batam, Kepulauan Riau Setiap kali hujan turun, warga harus berhadapan dengan banjir lumpur pekat yang masuk ke dalam rumah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi ini diduga kuat merupakan dampak dari proyek pematangan lahan perumahan yang berada tepat di belakang Polda. Penggundulan hutan untuk area perumahan tersebut tidak dibarengi dengan pembuatan sistem drainase yang memadai. Akibatnya, air hujan membawa material tanah langsung ke arah pemukiman warga.

Dalam video yang beredar, terlihat lumpur sudah menggenangi jalanan meski hujan hanya turun dengan intensitas ringan selama dua jam. Menurut penuturan warga setempat, penderitaan ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir tanpa ada solusi nyata dari pihak pengembang maupun instansi terkait.

“Kalau hujan deras sampai empat jam, air di dalam rumah bisa setinggi lutut. Kalau sudah begitu, apalagi kalau malam hari, kami terpaksa mengungsi ke musholla karena rumah sudah tidak bisa ditempati,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Warga berharap pihak pengembang perumahan segera bertanggung jawab membangun drainase yang layak agar Kampung Durian tidak lagi menjadi langganan banjir lumpur setiap kali musim penghujan tiba.