BATAM โ BBCNEWS.CO.ID | Praktik dugaan eksploitasi terhadap siswa di SMK Negeri 2 Batam dikabarkan kembali mencuat. Meski sebelumnya sempat dilaporkan berhenti setelah adanya kunjungan dari pihak terkait ke sekolah tersebut, kini sejumlah oknum sekolah diduga kembali menginstruksikan siswa untuk berjualan di area kantin.
Berdasarkan laporan terbaru dari sumber yang identitasnya dirahasiakan, Senin (11/5/2027) para siswa masih terus dihimbau untuk melakukan piket kantin. Tugas piket ini bukan sekadar menjaga kebersihan, melainkan dipaksa untuk menjual barang dagangan berupa air minum dan pangsit milik oknum tertentu di lingkungan sekolah.
“Kami masih dihimbau untuk piket kantin menjual air minum dan pangsit oleh oknum-oknum sekolah. Kemarin setelah Gubernur LSM LIRA Kepri, Yusril Koto datang, mereka sempat berhenti sebentar, namun sekarang dilanjutkan lagi,” ungkap pelapor melalui pesan singkat.
Praktik ini sangat disayangkan karena dinilai telah menyimpang dari tujuan pendidikan dan lebih mengarah pada komersialisasi tenaga siswa demi keuntungan pribadi. Selain mengganggu fokus belajar, kewajiban berjualan ini menambah beban psikologis bagi para siswa yang seharusnya fokus pada kegiatan akademik maupun praktik kejuruan.
Isu serupa sebenarnya telah menjadi sorotan publik pada April 2026, di mana Yusril Koto mendesak Gubernur Kepulauan Riau untuk menindak tegas kepemimpinan di sekolah tersebut. Namun, laporan terbaru ini mengindikasikan bahwa pengawasan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan efek jera yang permanen.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan Unit Pemberantasan Pungli (UPP) melakukan pengusutan lebih mendalam secara tertutup guna melindungi privasi para pelapor dan memastikan lingkungan belajar di SMK N 2 Batam kembali kondusif serta bebas dari segala bentuk pungutan liar maupun eksploitasi.





