BATAM | BBCNEWS.CO.ID – Orang tua murid baru di SMAN 25 Batam mengeluhkan tingginya biaya pengadaan seragam sekolah untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan pembayaran tunai tanpa rincian jelas dinilai sangat memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Salah seorang wali murid kelas 1 yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa biaya seragam tahun ini melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Melalui pesan tertulis pada Kamis (6/8/2026), ia menyebut tarif yang dipatok sekolah di luar kewajaran.
“Sebenarnya saya memang wali murid baru di SMAN 25 Batam, anak saya baru masuk tahun ini. Saya dengar dari tahun sebelumnya, harga seragam sekolah di sini standar saja. Hanya tahun ini rasanya agak memberatkan wali murid,” ujarnya kepada media, Kamis sore.
Tanpa Rincian per Helai dan Wajib Tunai
Selain nominal yang dinilai tinggi, para orang tua juga menyayangkan sikap pihak pengelola yang tidak transparan dalam memberikan rincian harga. Format penjualan paket utuh membuat wali murid tidak memiliki pilihan untuk membeli seragam secara bertahap sesuai skala prioritas kebutuhan anak.
“Tidak dirincikan harga baju per helai baju,” keluh sumber tersebut.

Dari yang diperoleh, CV ALFINDA PRODUCTION selaku rekanan penyedia, mematok harga Paket A sebesar 1,6 juta, Paket B 1,4 juta, Paket C 1,3 juta
Kondisi ini diperparah dengan sistem pembayaran kaku yang diterapkan oleh pihak penyedia atau koperasi sekolah. Orang tua diwajibkan melunasi seluruh biaya di muka secara tunai agar bisa membawa pulang seragam tersebut.
“Sistemnya ada uang ada barang, dan pembayaran baju tidak bisa dicicil,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SMAN 25 Batam maupun Komite Sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan transparansi biaya dan sistem pelunasan seragam tersebut.






