BATAM โ€” BBCNEWS.CO.ID | Arus kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang kian masif di Kota Batam memicu kekhawatiran serius dari berbagai elemen masyarakat. Menanggapi fenomena ini, Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri) angkat bicara dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada Kamis (10/9/2026), Gubernur LIRA Kepri secara terbuka meminta agar negara hadir untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap masuknya pekerja asing. Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa kendali, ruang bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan semakin menyempit, yang pada akhirnya memicu lonjakan angka pengangguran di daerah sendiri.

Lebih memprihatinkan lagi, laporan di lapangan menunjukkan bahwa para TKA asal China tersebut kini tidak hanya mengisi posisi tenaga ahli, melainkan sudah mulai menguasai sektor pekerjaan kasar (non-skill). Padahal, jenis pekerjaan tersebut seharusnya menjadi hak dan peluang bagi masyarakat lokal untuk menyambung hidup.

“Kita tidak boleh membiarkan tenaga kerja domestik menjadi penonton di rumah sendiri. Pemerintah harus bertindak nyata, perketat izin, dan prioritaskan rakyat kita agar tidak terpinggirkan,” tegas Gubernur LSM LIRA Kepri.

LSM LIRA Kepri berharap dinas terkait dan pihak imigrasi segera melakukan evaluasi menyeluruh serta melakukan razia berkala demi menjaga kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan para pekerja lokal di Batam.