BATAM โ BBCNEWS.CO.ID | Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau, Yusril Koto, melontarkan kritik tajam terkait aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) yang berlokasi di belakang Rutan Kelas IIA Batam, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Batu Aji, Senin (30/3/2026).
Dalam pantauannya di lapangan, Yusril mengungkapkan adanya pengerjaan pengerukan tanah bukit yang diduga kuat akan digunakan untuk proyek penimbunan laut. Ia mempertanyakan legalitas serta kajian lingkungan dari aktivitas tersebut karena dinilai berdampak buruk bagi warga sekitar.
“Persoalannya, apakah mereka punya izin? Tidak bisa cut and fill dilakukan sembarangan tanpa kajian lingkungan hidup. Ini jelas menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujar Yusril di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa di tengah musim kemarau saat ini, debu dari aktivitas proyek tersebut sangat mengancam kesehatan pernapasan warga. Sebaliknya, saat hujan lebat tiba, lokasi tersebut rawan akan ancaman longsor dan banjir.
Lebih lanjut, Yusril menyayangkan sikap pasif dari otoritas setempat. Ia menilai Wali Kota Batam dan pejabat terkait seolah “tutup mata” terhadap banyaknya praktik serupa yang menjamur di Kota Batam.
“Herannya, pejabat di Kota Batam diam seribu bahasa. Fenomena seperti ini banyak terjadi di Batam, namun pengawasan seakan mati suri,” tegasnya.
Pihak LSM LIRA Kepri mendesak pemerintah kota dan instansi terkait segera turun tangan untuk memeriksa perizinan proyek tersebut guna memastikan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat Batam.





