BATAM โ BBCNEWS.CO.ID | Pelayanan distribusi air bersih oleh PT ABH kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kecaman keras datang dari Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau (Kepri), Yusril, pada Jumat (28/8/2026). Ia menilai buruknya tata kelola air oleh perusahaan tersebut telah berhasil “menyengsarakan” kehidupan warga sehari-hari.
Menurut Yusril, pemadaman dan tersendatnya pasokan air yang terjadi belakangan ini bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan cerminan nyata dari anjloknya kualitas performa PT ABH dalam mengelola fasilitas publik yang vital.
“Krisis air yang dirasakan warga saat ini merupakan bukti konkret dari kualitas buruk pelayanan PT ABH,” tegas Yusril dengan nada tinggi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Yusril juga menyoroti proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Ia menilai pengerjaan perbaikan pipa lama serta pemasangan jaringan pipa baru di lapangan dilakukan dengan sangat buruk dan asal-asalan. Akibat manajemen proyek yang dinilai amat amatir tersebut, warga justru harus menanggung beban kelangkaan air yang berkepanjangan tanpa solusi cepat.
Lebih lanjut, LSM LIRA Kepri mengingatkan pihak pengelola dan pemerintah daerah mengenai amanat konstitusi yang kini mulai pudar dalam praktik di lapangan. Yusril menegaskan bahwa situasi hari ini menjadi ironi besar di mana hak dasar masyarakat justru terabaikan.
“Air tidak lagi menjadi kekayaan alam yang dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Yang terjadi sekarang justru sebaliknya, rakyat diperas oleh keadaan akibat ketidakmampuan korporasi dalam mendistribusikan hak dasar mereka,” pungkas Yusril menutup kecamannya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih mengeluhkan pasokan air yang belum normal, sementara pihak PT ABH belum memberikan respons mendalam terkait rapor merah yang dilayangkan oleh LSM LIRA Kepri tersebut






